Beranda Nasional Prabowo : Banyak Media Di Jakarta Membohongi Rakyat

Prabowo : Banyak Media Di Jakarta Membohongi Rakyat

17
0
BERBAGI

Prabowo Subianto, kembali melontarkan kritik kepada media. ketika kampanye di Padang, Prabowo menyebutkan bahwa banyak media di jakarta telah membohongi rakyat Indonesia.

“Kalian bawa kamera ngeliput nggak? Itu rakyat ambil juga atau jadi etok-etok? Banyak media di Jakarta tidak jelas kerjanya. Kerjanya membohongi rakyat Indonesia,” ucap Prabowo ketika berorasi di acara kampanye akbar di Danau Cimpago, Padang, Sumatera Barat, Selasa (2/4/2019).

“Eh Saudara-saudara. Oke ya, begini mereka itu, mereka mengira hidup di zaman dahulu rakyat Indonesia bisa ditakuti. Kepala desa dipanggil, bupati dipanggil, diancam-ancam. Mereka tidak mengerti kekuasaan ada di tangan rakyat?” tambahnya.

Di samping melontarkan kritik kepada media, Prabowo juga menyinggung sejumlah pihak yang memfitnahnya akan  melarang tahlilan dan mendukung  khilafah.

“Yang menuduh Prabowo akan melarang tahlilan. Prabowo inikhilafah, yang menuduh saya khilafah dia yang sebetulnya khilafah. Jangan suka memecah belah, Islam kita itu Islam yang damai, Islam yang rukun. Kita (hidup) saling menghormati. Kita selalu ingin Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tapi satu. Satu tujuan, tapi jangan bohong,” tandas Prabowo.

Ini bukan kali pertama Prabowo mengkritik media. Pada pertengahan bukan Desember 2018, ia mengkritik media karena kurang berimbang meliput 212 pertemuan di Monas. Prabowo Subianto juga melontarkan kritik kepada media ketika menghadiri peringatan Hari Penyandang Cacat Internasional di Hotel Grand Sahid di Jakarta, Rabu (12/5/2018).

“Kita dipandang dengan sebelah mata, kita nggak dianggap, karena dibilang kita nggak punya duit. Mereka sudah tutup semua. Buktinya, hampir semua media tidak mau meliput 11 juta lebih orang yang berkumpul, belum pernah terjadi di dunia. Saya kira ini kejadian pertama ada manusia kumpul sebanyak itu tanpa dibiayai oleh siapa pun, mereka dibiayai oleh dirinya sendiri dan rekannya sendiri dan mereka yang mau bantu rakyat sekitarnya. Saya kira belum pernah terjadi,” tambah¬† Prabowo.

“Tapi hebatnya, media-media yang kondang, media dengan nama besar, media yang mengatakan dirinya objektif, bertanggung jawab untuk membela demokrasi, padahal justru mereka ikut bertanggung jawab, mereka bagian dari usaha manipulasi demokrasi,” imbuhnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here