Beranda Nasional Rizal Ramli : Saya Uji, Cuma Prabowo-Sandi Yang Bersedia Merevisi UU ITE

Rizal Ramli : Saya Uji, Cuma Prabowo-Sandi Yang Bersedia Merevisi UU ITE

23
0
BERBAGI

Rizal Ramli, yang merupakan Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia di masa kepemerintahan Presiden Joko Widodo mengemukakan, dirinya memberikan dukungan kepada calon presiden dan wakil presiden RI, yang berani merevisi Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Terungkap bahwa ia telah menguji capres Prabowo Subianto dan ia berkeyakinan hanya Prabowo-Sandi Yang Bersedia Merevisi UU ITE

 “Saya uji dua calon presiden ini apakah bersedia atau tidak mencabut atau merevisi UU ITE. Siapa capres yang bisa merevisi UU ITE itu yang akan saya dukung. Karena itu penting untuk demokrasi,” ujar Rizal menjelaskan ketika ia diwawancara setelah ia selesai menghadiri Dialog Kebangsaan Peran Civil Society dalam Pemilihan Presiden 2019 di Jalan Hasanudin, Kota Bandung, Selasa 12 Maret 2019

Kemudian ia juga mengemukakan, ternyata hanya Prabowo-Sandiaga yang mau merevisi UU ITE, setelah menanyakan hal tersebut ke dua capres cawapres yang bertarung dalam Pilpres 2019

“Prabowo bilang ya, agar Indonesia lebih demokratis. Saya tanya Sandi Uno iya juga. Pertanyaan yang sama saya tanyakan kepada Jokowi dan timnya, sampai hari ini kagak ada jawabannya,” ujar Rizal Ramli lagi

Rizal mengemukakan, yang juga sebagai mantan aktivis, saat ini UU ITE saat ini mirip dengan hatzaai artikelen, hukum Belanda yang dipakai untuk menjerat orang yang menghina Ratu Belanda

“Waktu mahasiswa, saya dipenjara 1,5 tahun bersama puluhan pimpinan mahasiswa pakai undang-undang Belanda, hatzaai artikelen. Begitu reformasi, UU ini dihapuskan dan kalau hina menghina ada pasal di KUHAP, dan masuknya perdata bukan pidana,” kata Rizal Ramli menambahkan

“Tiba-tiba diselundupkan UU ITE ini menjadi lebih sadis dari UU Belanda. Kalau kamu dituduh melakukan hoaks atau menghina seseorang, itu langsung ditangkap, tanpa proses pengadilan, pengadilan belakangan,” kata Rizal melanjutkan penjelasannya

Walaupun demikian, Rizal juga menyatakan, UU ITE lebih cocok digunakan untuk menjerat pelaku kejahatan keuangan, terorisme dan kejahatan seksual online, tetap diperlukan.

“Saya sama sekali tidak setuju kalau UU ITE dipakai untuk memberangus demokrasi. Yang terjadi hari ini UU ITE justru teman-teman yang kritis yang ditangkap,” ujar Rizal menandaskan

Pada kesempatan yang sama, Rizal Ramli, yang juga merupakan ekonom dan politisi mengemukakan, bahwa di ajang Pilpres 2019, kemenangan antara pasangan capres-cawapres Joko Widodo-Ma’ruf Amin (Jokowi-Ma’ruf) dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (Prabowo-Sandi) ditentukan oleh civil society atau kelompok masyarakat sipil. dan Ia mendukung prabowo-sandiaga uno karena cuma mereka yang bersedia merevisi UU ITE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here