Beranda Nasional Prabowo Sudah Singgung Kebocoran Anggaran Sejak Era Sebelumnya, Tidak Usah Baperan

Prabowo Sudah Singgung Kebocoran Anggaran Sejak Era Sebelumnya, Tidak Usah Baperan

69
0
BERBAGI

Dedi Mulyadi, yang merupakan Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma’ruf Amin Jawa Barat menganggap, pernyataan Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto, terkait rumor kebocoran anggaran yang digembar gemborkan, sudah ia angkat sejak era sebelum jokowi, sehingga tidak usah ditanggapi serius alias baperan.

“Pak Prabowo menyampaikan APBN bocor-bocor bukan hanya sekarang. Di era kepemerintahan Pak SBY, Pak Prabowo sudah menyampaikan bocor-bocor bocor. Jadi tidak hanya sekarang, itu lagu lama,” ujar Dedi menjelaskan, ketika diwawancarai oleh kami  di Purwakarta, pada hari Senin 11 Februari 2019

Prabowo pun diminta oleh Dedi, untuk memberikan keterangan yang jelas secara terperinci, terkait isu kebocoran anggaran pada masyarakat. Hal ini disebabkan, karena Prabowo dianggap selalu saja menyampaikan permasalahan itu di setiap kampanyenya pada masyarakat

“Setiap tahun ada audit APBN, APBD, Nah sisi kebocoran itu di mana? harus ditunjukin dong. Kebocoran ini di kementerian mana? di lembaga mana dan di kabupaten mana? Kalau kebocoran negara di kabupaten A misalnya, yang bertanggungjawab bupati. Dan bupati itu ada pemeriksa, auditor, BPK di wilayahnya masing-masing,” ujar Dedi lagi.

Jika isu tersebut ternyata benar terjadi di daerah, kata Dedi, tidak serta merta kebocoran anggaran tersebut menjadi tanggungjawab Presiden.

“Jangan-jangan bupati walikotanya pendukung Pak Prabowo. Jadi harus jelas provinsi mana, audit tahun berapa,” kata Dedi melanjutkan

Kemudian, Dedi melanjutkan, penggunaan APBN tidak mungkin dimonopoli selama ini oleh Presiden.

“Yang bertanggungjawab secara langsung dia itu adalah di lembaga kepresidenan. Tetapi secara institusional sebagai kepala pemerintahan, Presiden memang bertanggungjawab terhadap seluruh postur APBN itu. Tapi, tanggung jawab didelegelasikan. Ada yang tanggungjawabnya menteri, dirjen, direktur, gubernur, bupati, wali kota hingga kepala desa,” kata  Dedi melanjutkan.

Adanya dugaan telah terjadi mark-up sejumlah proyek yang menyebabkan terjadi kebocoran anggaran hingga mencapai Rp 500 triliun dinyatakan oleh Prabowo sebelumnya. Dedi yang juga dikenal sebagai Ketua Umum Partai Gerindra tersebut menyatakan, padahal untuk membangun industri besar di Indonesia, bisa menggunakan dana tersebut

Saat berpidato di acara HUT ke-20 Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di hall Sport Mall, Kelapa Gading Jakarta Utara, Rabu (6/2/2019), Prabowo menyampaikan adanya kebocoran anggaran yang nilainya sekitar lima ratus triliun. Namun sebenanya bukan hanya kali ini Prabowo membicarakan kebocoran anggaran, ia sudah khawatir tentang hal ini sejak era sebelum jokowi menjadi presiden. jadi sebaiknya tidak ada pihak yang menganggap ini sangat serius hingga baperan (bawa perasaan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here