Beranda Nasional Prabowo-Sandiaga Siapkan Lahan Pertanian Untuk Petani Kecil

Prabowo-Sandiaga Siapkan Lahan Pertanian Untuk Petani Kecil

27
0
BERBAGI

Program redistribusi tanah untuk petani kecil atau petani yang tak memiliki tanah sendiri telah dipersiapkan dengan matang oleh  duet Prabowo-Sandi. Mereka menginginkan terwujudnya swasembada pangan. Hal ini disebabkan, dalam kenyataan swasembada pangan belum juga terwujud, walau banyak program yang disebut Рsebut untuk kepentingan petani saat ini

Swasembada pangan hingga saat ini memang menjadi salah satu persoalan utama yang sedang dihadapi masyarakat Indonesia. Berkaitan dengan ketimpangan kepemilikan tanah hingga terbukanya keran impor, maka perbedaan yang sangat mencolok yang menyebabkan swasembada tak bisa tercapai

Hal tersebut disampaikan oleh Eddy Soeparno,  Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, ketika diwawancara pihak kami di Prabowo-Sandi Media Center, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, pada hari Jumat 1 Februari 2019

Eddy Soeparno juga menyatakan, pada sektor pangan dan distribusi tanah, pada zaman pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) tidak memiliki kebijakan yang tepat. Hal tersebut menyebabkan tidak bisa terlaksananya janji Joko Widodo (Jokowi) untuk mewujudkan swasembada pangan

“Jika anda melihat kepemilikan tanah saat ini di Indonesia, jutaan hektar berada di tangan beberapa pemilik bisnis, dan ini pada dasarnya diubah menjadi perkebunan kelapa sawit atau kehutanan yang lainnya. Ini perlu di re-evaluasi,” ujar Eddy menjelaskan

Eddy juga menjelaskan, salah satu penyebab mengapa anak-anak muda malas bertani adalah persoalan ketimpangan kepemilikan tanah. Oleh karena anak-anak muda memilih bekerja menjadi buruh atau di sektor informal lainnya, maka hal ini mengakibatkan dunia pertanian mengalami kian terpuruk.

Eddy Soeparnomerasa optimis, jika kebijakan Prabowo-Sandi akan fokus pada redistribusi tanah untuk petani tak bertanah.

“Kekurangan lahan pertanian akan membuat petani tidak memiliki pilihan lain. Jika berkeliling di negeri ini, kita tidak memiliki petani generasi ke 3 atau 4. Kakek nenek mereka adalah petani, tetapi generasi ketiganya menjadi pekerja di tanah yang sebelumnya dimiliki oleh orang tua,” ujar Eddy menjabarkan

“Begitu mereka tidak bisa bekerja di tanah itu, mereka akan mencari pekerjaan lain, seperti menjadi buruh, dan semua jenis pekerjaan lainnya. Ironisnya di negara ini adalah tenaga kerja di sektor pertanian malah mengalami penurunan upah, dan ini adalah sesuatu yang menurut kami sangat memprihatinkan,” kata Eddy menambahkan penjelasannya, tekait Program redistribusi lahan pertanian untuk petani yang diusung duet Prabowo-Sandi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here