Beranda Nasional Timses: Prabowo Ingin Bangun Peradaban, Bukan Menjatuhkan Lawan

Timses: Prabowo Ingin Bangun Peradaban, Bukan Menjatuhkan Lawan

72
0
BERBAGI

Dian Fatwa,  anggota Tim Materi Debat BPN, mengemukakan, bahwa debat perdana telah dievaluasi oleh BPN. Dian menilai, dalam acara debat perdana, Prabowo sengaja tidak mau menjatuhkan lawan. Untuk itu, ia tidak tampil agresif. Karena Prabowo Ingin Bangun Peradaban, Bukan Menjatuhkan Lawan

“Pak Prabowo adalah seorang negarawan, beliau tidak mau menjatuhkan atau menyerang karena beliau ingin membangun sebuah peradaban, membangun sebuah demokrasi yang sehat,” kata Dian menambahkan

Strategi untuk menghadapi debat Pilpres 2019 kedua telah dipersiapkan oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. gaya agresif yang mungkin dipakai Prabowo dalam debat nanti, saat ini sedang didiskusikan oleh BPN

“Kalaupun dari semua tim kami berupaya mendorong pada Pak Prabowo agar agresif tapi beliau memutuskan untuk tidak, ini yang sebetulnya kami akan negosiasikan apakah beliau akan benar-benar melaksanakan sikap agresif atau bersikap sebagai negarawan,” kata Dian Fatwa,  anggota Tim Materi Debat BPN, ketika diwawancarai di media center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Senin (21/1/2019).

Permasalahan kisi-kisi debat kedua yang tak diberikan oleh KPU, juga dikemukakan oleh Dian. Walaupun, Dia menyebut ada kekhawatiran kisi-kisi akan bocor, akan tetapi Dian menilai, Prabowo-Sandi akan selalu siap memberikan jawaban yang akurat.

“Ada memang kekhawatiran seperti itu, tapi Pak Prabowo dan Bang Sandi adalah pemimpin. Mereka sudah memahami kompleksitas masalah yang dihadapi oleh negeri ini, Sandi sudah keliling 1.000 titik dan saya pikir beliau cukup mampu memberikan jawaban meskipun itu tidak diketahui pihak sana kalaupun itu bocor,” kata Dian melanjutkan

Sebelumnya, KPU mengumumkan tak akan lagi memberikan kisi-kisi kepada capres-cawapres dalam debat capres berikutnya. Keputusan ini diambil setelah KPU mengevaluasi debat capres pertama beberapa waktu lalu.

“KPU RI berupaya mengartikulasikan harapan publik, sehingga untuk debat berikutnya abstraksi soal yang dibuat panelis tidak diberitahukan kepada kandidat,” kata Wahyu Setiawan, Komisioner KPU ketika sedang melakukan jumpa pers, Sabtu, pada hari 19 Januari 2019.

Wahyu Setiawan juga menambahkan, debat perdana yang mengangkat isu hukum, HAM, korupsi, dan terorisme, terlihat belum memenuhi harapan masyarakat. Pemberian kisi-kisi soal kepada kandidat merupakan , salah satu penyebabnya dan juga format dan mekanisme debat. Hal ini berdasarkan evauasi BPN.

Namun apapun yang terjadi, Prabowo menawarkan perbaikan untuk rakyat indonesia. Ia ingin membangun peradaban dan bukan menjatuhkan lawan. Karena lawan yang dijatuhkan akan susah diajak bersama sama membangun bangsa. Sedangkan membangun bangsa akan membutuhkan semua elemen bangsa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here