Beranda Nasional Prabowo: BUMN Satu-Satu Hancur, Satu-Satu Bangkrut

Prabowo: BUMN Satu-Satu Hancur, Satu-Satu Bangkrut

64
0
BERBAGI

calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menilai, bahwa sejumlah Badan Usaha Milik Negara mulai hancur . diantaranya PLN, Pertamina dan Garuda.

Berdasarkan data RUPTL 2012-2021 jumlah produksi listrik di Indonesia pada tahun 2021 akan sebesar 411.162 Gwh,  berdasarkan dari hasil penelitian ) Ir. Lela Nurpulaela, MT, dalam tulisan berjudul  “PERAMALAN PENJUALAN ENERGI LISTRIK DI INDONESIA (2013-2021)”, Jumlah energi listrik yang terjual pada tahun 2021 diprediksi sebesar 269.450 Gwh . maka artinya diprediksi akan ada selisih produksi listrik dan listrik terjual pada tahun 2021 sebesar 141.711 Gwh atau sebesar 34,47 %.

Dalam pidatonya, Prabowo juga membahas kondisi kesejahteraan masyarakat. Kemudian, ia menceritakan tentang kondisi BUMN pada masa sekarang ini. Prabowo menyatakan bahwa badan usaha milik negara itu mulai mengalami kebangkrutan.

“Kita lihat sekarang BUMN-BUMN milik negara, milik rakyat, kebanggaan kita, kebanggaan kita satu-satu hancur, satu-satu bangkrut,” ujar Prabowo menjelaskan

“Tanya aja itu, tanya Garuda, pilot-pilot. Tanya Pertamina, tanya PLN, tanya semua pabrik-pabrik milik negara.” tuturnya melanjutkan

Sarwono , Direktur Keuangan PT PLN (Persero)  menerangkan, bahwa opsi-opsi pembiayaan paling minim resiko dalam investasi pembangkit listrik tengah dikaji oleh PLN saat ini. Untuk menepis anggapan BUMN itu mengalami kesulitan finansial. Adapun opsi yang tersedia adalah Sukuk, lokal Bond, pinjaman dan reprofiling

“Semakin banyak opsi ya makin leluasa. Sukuk, lokal Bond, pinjaman, reprofiling,” ujar Sarwono menambahkan.

Sarwono juga memberi kepastian, karena adanya sejumlah proyek pembangkit mulai beroperasi pada 2019, maka belanja modal perseroan mengalami peningkatan tahun ini. Selain itu, ia juga memaparkan, ekuitas PLN adalah senilai Rp 900 triliun, PLN masih mempunyai batas utang 300 persen atau hingga Rp 2.000 triliun, selain struktur rasio utang terhadap ekuitas perusahaan masih sehat menurutnya.

Beban suatu usaha itu tergantung dari seberapa besar penjualan dan seberapa besar pengeluaran. Sebenarnya tidak ada hubungannya dengan seberapa besar aset. Katakanlah misalnya perusahaan memiliki omset pendapatan 10 triliun pertahun dengan pengeluaran 15 triliun pertahun, maka sesungguhnya perusahaan itu sudah dalam keadaan tidak sehat. Meskipun perusahaan itu memiliki aset 200 triliun. Jadi dengan melihat kondisi keuangan dan omset penjualan PLN , Tidak berlebihan jika Prabowo subianto mengkhawatirkan BUMN yang berkewajiban menerangi Indonesia ini.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here