Beranda Nasional Prabowo Diserang Fitnah, Dari Partai Sampai Identitas Personal

Prabowo Diserang Fitnah, Dari Partai Sampai Identitas Personal

60
0
BERBAGI

Prabowo Subianto, yang merupakan calon presiden dengan nomor urut 02 memang banyak menerima serangan fitnah dari berbagai pihak. Para penyerang tersebut, tidak hanya menyerang partai yang ia dirikan, tetapi juga menyerang identitas Prabowo secara personal.

Fahri Hamzah,  Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memberikan pernyataan, bahwa pihak yang menyerang Prabowo Subianto mengalami depresi berat. Fahri Hamzah, yang juga pernah menjadi tim sukses Prabowo-Hatta Rajasa pada pemilihan presiden 2014 lalu menilai, bahwa serangan yang ditujukan pada Prabowo belum ada yang mengigit.

“Sudah mau masuk 2019, saya mengamati sebagai Tim Sukses Prabowo-Hatta di Pilpres 2014, serangan kubu kepada Prabowo belum ada yang telak. Semua masih pakai peluru lama,” ujar Fahri Hamzah, dalam keterangan terluis, yang mengisahkan tentang Prabowo, pada hari Sabtu, 29 Desember 2018.

Fahri Hamzah juga menilai, bahwa Prabowo memang merupakan sosok, yang sulit dicari kelemahannya, maka serangan yang ditujukan kepada Prabowo belum ada yang tepat mengenai sasaran.

“Orang-orang yang menembak Prabowo dari samping ini gak kunjung nambah. Dia-dia lagi. Serangan semuanya seputar gaya dan cara. Kesimpulan; mereka (penyerang) melihat Prabowo tidak bisa diatur (baca: dijadikan boneka),” ungkap fahri.

Lebih lanjut, ia mengatakan susah bertemu karakter orang seperti Prabowo yang lugas  dan berpikir rasional serta cerdas. Bahkan, ia menyebut Prabowo layaknya Presiden ketiga Indonesia, Habibie.

“Orang rasional yang biasanya tidak punya masalah dengan kelompok politik Islam,” tutur Fahri menambahkan.

Fahri juga melanjutkan, tanpa BJ Habibie, Indonesai ridak akan bisa pulih, . Bila dipikir secara rasional, Dalam waktu yang sangat pendek, yaitu  satu tahun tujuh bulan, Habibie melakukan penyelamatan ekonomi dan penyelenggaraan pemilu yang paling jujur dan adil yang diakui dunia. walau berada ditengah desakkan mundur oleh orang-orang darikelompok penyerang tersebut.

“Tapi, beliau memang seperti aneh; terlalu rasional, blak-blakan, dan seolah emosional. Gaya dan cara inilah yang dikembangkan seolah beliau orang bahaya. Habibie tidak saja digambarkan sebagai penerus Soeharto tetapi juga dianggap akan memperpanjang umur Orde Baru,” tegasnya

Melihat apa yang terjadi dengan Prabowo saat ini, kelompok penyerang ini tidak kuat melihat gaya dan cara Prabowo, yang hampir sama dengan Habibie. Maka, pidatonya prabowo selalu diolok-olok sebagai pidato seorang tiran yang akan mengekang.

Prabowo memutuskan untuk memilih Sandiaga sebagai pendampingnya pada pemilihan presiden 2019, maka hal tersebut membuat para penyerang makin depresi. Hal ini disebabkan, karena Sandiaga bukanlah seorang tokoh agama, yang dapat dijadikan bahan serangan isu agama. Namun serangan itu tetap menyerang baik diarahkan ke Partai maupun menyasar ke identitas personal .

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here