Beranda Nasional Prabowo: Sejak Kecil Saya Dididik Untuk Menjadi Ksatria

Prabowo: Sejak Kecil Saya Dididik Untuk Menjadi Ksatria

82
0
BERBAGI

Prabowo Subianto menceritakan masa kecilnya, yang didik oleh orang tuanya menjadi seorang kesatria, dan dididik dengan nilai-nilai Pancasila. Dalam ceritanya tentang ksatria, kala itu ia ditanya apakah ia memilih menjadi seorang Gatotkaca atau Kurawa?. Ketika itu, Prabowo menjawab dengan penuh keyakinan, bahwa dirinya akan menjadi seorang Gatotkaca. Dalam pewayangan Jawa, Gatotkaca merupakan penggambaran  seorang kesatria. Untuk itu, sejak kecil, Prabowo selalu ingin berbuat baik pada orang di sekitarya.

Cerita tersebut diceritakan oleh calon presiden nomor 02, Prabowo, ketika ia menghadiri undangan malam silaturahmi, yang diselenggarakan oleh para pelaku usaha dan masyarakat Jawa Timur dari berbagai etnis, Acara yang diselenggarakan pada hari Sabtu malam, tanggal 22 Desember 2018 tersebut juga merupakan gagasan dari Gerakan Kristen Indonesia Raya (Gekira) di Surabaya,

“Anda mau hidup sebagai kesatria, membela kebenaran, membela yang lemah, menegakkan keadilan. Apa you mau ikut Kurawa, yang punya taring? Itu Kurawa yang suka curang. Kurawa yang suka bohong,” ujar Prabowo, ketika memberikan pidatonya dalam acara tersebut.

Dalam pidatonya tersebut, Prabowo menyatakan bahwasannya bukan hal yang mudah untuk menadi seorang kesatria. Hal ini dikarenakan, karena sejatinya, seorang ksatria itu tidak boleh mengharapkan balasan apapun, bahkan ia harus siap bila dicela oleh banyak orang.

“Tidak usah minta penghargaan. Seorang kesatria sering dicaci maki, tidak apa. Kita mati saja untuk negara mau kok, baru dicaci maki. Saya dihujat dicaci-maki, ndak pernah jawab saya,” ucap Prabowo, yang juga merupakan mantan Komandan Jenderal Kopassus ketika meneruskan pidatonya.

Prabowo menyatakan bahwa ia sadar dalam dunia politik, akan banyak ditemukan persaingan keras, yang akan selalu mencari kesalahan dan kelemahan dirinya. Namun Prabowo yang pernah menjadi panglima Komando Strategi Angkatan Darat tersebut mengatakan bahwa ia akan tetap menhadapi semua permasalahan tersebut dengan santai.

“Kembali lagi falsafah orang Jawa percaya pangkat itu sampiran, pangkat itu dipasang dan suatu saat diambil.

Harta itu pinjaman dari Tuhan. Dikasih harta, suatu saat Tuhan akan minta. Jangankan pangkat dan harta, nyawa itu titipan. Dengan demikian, sudahlah, hidup ini kita laksanakan dengan berbuat baik,” ujar Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here