Beranda Nasional Tim Prabowo-Subianto : Kita Akan Berantas Stunting (Tubuh Kerdil/ Pendek) pada Balita

Tim Prabowo-Subianto : Kita Akan Berantas Stunting (Tubuh Kerdil/ Pendek) pada Balita

196
0
BERBAGI

Tim Sukses Prabowo Subianto-Sandiaga Uno  menekankan bahwa mengurangi pengerdilan (stunting) pada balita di indonesia adalah salah satu prioritas Program Kerja Prabowo-Sandiaga Uno. Kita akan bekerja keras memberikan Nutrisi yang cukup bagi anak indonesia agar terhindar dari malnutrisi yang menyebabkan stunting/kerdil/kuntet

Hal ini disampaikan oleh Hashim Djojohadikusumo salah seorang Tim Kampanye Prabowo-Sandiaga . Hashim menjelaskan bahwa kesehatan semua orang Indonesia adalah perhatian utama Prabowo. Mengenai stunting, katanya, angkanya terus meningkat dari tahun ke tahun.

Stunting pada balita adalah  menyumbang sekitar 30% populasi balita pada 2007. Sementara untuk saat ini, angkanya  meningkat menjadi 38%. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan batas maksimum 20% stunting pada  populasi  balita.

“Bagi dia (Prabowo) (masalah stunting) bisa menjadi malapetaka,” ujar Hashim. Oleh karena itu, ia menyatakan bahwa masalah pengerdilan harus diatasi dengan seksama

Kenapa? Karena, mau tidak mau, Indonesia harus ikut serta dalam revolusi industri 4.0. “Nanti yang akan ikut serta (dalam revolusi industri 4.0) hanya 62%, sedangkan 38% tidak bisa ikut,” tambah  Hashim.

Jika Prabowo-Sandiaga memenangkan pemilihan presiden 2019, masalah stunting akan diselesaikan secepat mungkin. Prabowo akan menugaskan tugas khusus kepada menteri yang bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan terutama  kepada Menteri Kesehatan . “Ini prioritas untuk kita tanggulangi karena ini masalah besar,” ucap Hashim.

Solusi yang diusulkan oleh Prabowo-Sandiaga adalah “revolusi putih” yang dilaksanakan di DKI Jakarta di bawah arahan Anies Baswedan

China telah menerapkan program setiap anak untuk minum 1 liter susu sehari sejak 2007. Ini berarti bahwa  200 juta anak di negara itu  mengkonsumsi  200 jt  liter susu dalam sehari

Prevalensi stunting di antara balita  Indonesia pada tahun 2015 adalah 36,4%. Ini berarti bahwa lebih dari sepertiga, atau sekitar 8,8 juta anak balita, menderita masalah tinggi badan. Batas ambang Stunting menurut WHO adalah berada di angka 20% . Prevalensi stunting di  Indonesia adalah yang tertinggi kedua di Asia Tenggara setelah  Laos, yaitu 43,8%.

tahun 2017 balita yang mengalami stunting di bawah umur berada di 26,6% menurut pemantauan status gizi. Angka ini termasuk 9,8% dalam kategori sangat kerdil  dan 19,8% dalam kategori kerdil. Selama 1.000 hari pertama, ini adalah usia emas bayi, tetapi realitanya, banyak bayi berusia 0-59 bulan kekurangan nutrisi .

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here